Jaga Eksistensi Budaya, Pemkab Mura Proyeksikan Bagarakan Sahur Jadi Ikon Wisata Religi

KaltengTop.com, Puruk Cahu – Pemerintah Kabupaten Murung Raya menegaskan komitmennya untuk menjaga tradisi lokal “Bagarakan Sahur” agar tetap eksis di tengah arus modernisasi. Dukungan nyata ini ditunjukkan melalui kehadiran Wakil Bupati Murung Raya, Rahmanto Muhidin, yang secara resmi melepas peserta lomba dalam rangkaian Ramadan Fest III di Puruk Cahu, Selasa (4/3/2026) malam.

Kegiatan Bagarakan Sahur merupakan warisan budaya turun-temurun yang berfungsi membantu umat Muslim bangun di waktu sahur. Pemkab Murung Raya berupaya agar tradisi ini tidak luntur dimakan zaman, melainkan dikemas secara lebih profesional melalui kompetisi yang teratur dan terstandar guna menarik minat generasi muda.

Menurut Wakil Bupati, pelestarian tradisi ini sangat penting karena merupakan bagian tak terpisahkan dari identitas daerah yang religius dan harmonis. Pemerintah daerah memberikan apresiasi tinggi kepada ICMI Orda Murung Raya yang konsisten menjadi motor penggerak dalam menjaga relevansi budaya ini bagi milenial.

Selama jalannya lomba, antusiasme masyarakat memuncak saat para peserta menampilkan berbagai kombinasi alat musik tradisional dan perkusi yang memukau. Pemkab melihat potensi besar dalam pertunjukan ini dan berencana untuk terus memfasilitasi kegiatan serupa sebagai agenda rutin tahunan di masa mendatang.

Lebih jauh, Pemkab Murung Raya memproyeksikan kekayaan budaya lokal ini dapat berkembang menjadi daya tarik wisata religi yang unik. Dengan pengelolaan yang baik, tradisi Bagarakan Sahur diharapkan mampu menarik kunjungan wisatawan serta memperkuat citra positif kabupaten di tingkat regional maupun nasional.

Acara yang berlangsung meriah ini ditutup dengan penegasan bahwa pembangunan daerah tidak hanya terfokus pada infrastruktur fisik. Pemkab berkomitmen untuk terus menyeimbangkan pembangunan antara kemajuan fasilitas kota dengan penjagaan akar budaya serta tradisi asli masyarakat setempat.(*)