KaltengTop.com, Puruk Cahu – Pemerintah Kabupaten Murung Raya menjamin bahwa hasil panen jagung petani tidak akan terserap sia-sia. Dalam Rakor yang digelar pada 6 April 2026, Pemkab melalui Asisten III Setda Andri Raya memastikan kesiapan Perum Bulog sebagai penyerap hasil produksi.
Andri Raya menyampaikan bahwa kekhawatiran petani mengenai harga dan pasar harus segera dijawab. Pemkab bekerja sama dengan Bulog yang siap menampung jagung petani asalkan memenuhi standar kualitas, yakni kadar air maksimal 14 persen.
Selain kepastian pasar, Pemkab juga memfasilitasi dukungan pembiayaan operasional sebelum panen melalui KUR. Sinergi ini bertujuan agar petani tetap memiliki modal kerja saat menunggu masa panen tiba tanpa harus terjerat hutang yang tidak resmi.
Asisten III menekankan bahwa kualitas hasil panen adalah kunci utama agar jagung Murung Raya dapat bersaing. Pemkab akan terus memberikan sosialisasi mengenai teknik pengeringan jagung yang benar agar sesuai dengan kriteria yang ditetapkan oleh Bulog.
Bulog menyatakan kesiapannya untuk menyerap berapapun hasil produksi jagung dari Murung Raya. Hal ini menjadi kabar gembira bagi Pemkab karena tugas pemerintah untuk menciptakan rantai pasok yang sehat kini telah menemukan titik terang.
Pemkab Mura berharap kepastian pasar ini menjadi motivasi bagi kelompok tani untuk memperluas lahan tanam. Dengan dukungan dana KUR dari bank Himbara dan jaminan pembelian dari Bulog, ekosistem ekonomi jagung di Mura diprediksi akan semakin kuat.(*)




