KaltengTop.com, Puruk Cahu – Para Tenaga Pendamping Profesional (TPP) di Kabupaten Murung Raya memperingati Hari Bakti Pendamping Desa pada 7 Oktober 2025 dengan mengadakan kegiatan refleksi dan menyerukan semangat peningkatan profesionalitas dalam menjalankan tugas pendampingan di tingkat desa. A. Roliyanto, Koordinator Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (P3MD) Kabupaten Murung Raya, menekankan bahwa momentum ini menjadi pengingat penting bagi seluruh pendamping untuk terus menjaga semangat pengabdian dalam membangun desa.
Penetapan tanggal 7 Oktober sebagai Hari Bakti Pendamping Desa menjadi simbol penghargaan bagi para pendamping yang telah berada di garda terdepan pembangunan desa. Mereka telah bekerja keras membantu pemerintah desa dalam menyusun perencanaan, menyiapkan laporan, memfasilitasi musyawarah, hingga mendampingi pembentukan dan penguatan BUMDes.
“Dengan semangat Hari Bakti Pendamping Desa, mari kita tingkatkan profesionalitas dalam melaksanakan tugas dan fungsi TPP di Kabupaten Murung Raya,” kata Roliyanto. Para pendamping desa telah berperan ganda sebagai fasilitator, penulis laporan, hingga menjadi tempat curhat bagi aparat desa, dan mereka tetap menjaga semangat pengabdian sebagai wujud nyata dari makna “bakti”.
Meski bekerja di tengah keterbatasan, para pendamping tetap menjaga semangat pengabdian. “Kami bekerja bukan sekadar menggugurkan kewajiban, tapi dengan hati. Kami ingin dipercaya bahwa pendamping desa bukan hanya pengantar kebijakan, melainkan jembatan antara harapan dan kenyataan,” ungkap salah satu pendamping di Murung Raya.
Tantangan yang dihadapi pun tidak ringan, namun semangat pengabdian tak pernah surut. Perayaan Hari Bakti Pendamping Desa di Murung Raya menjadi ajang refleksi bagi seluruh pemangku kepentingan untuk lebih menghargai peran pendamping desa sebagai bagian penting dari pembangunan di akar rumput.
Para pendamping berharap, ke depan akan ada perhatian lebih terhadap peningkatan kesejahteraan, kepastian status kerja, serta pelatihan profesional berkelanjutan agar mereka dapat terus bekerja optimal demi kemajuan desa. “Kami tidak menuntut banyak, hanya ingin diingat dan dipercaya. Karena di balik setiap data dan program yang berjalan di desa, ada tangan-tangan pendamping yang bekerja dengan tulus,” tutup Roliyanto.(*)




