Melalui Legenda, Ketua DPRD Mura Ingatkan Adab Menjaga Alam Tana Malai Tolung Lingu

Ketua DPRD Kabupaten Murung Raya, H. Rumiadi, S.E., S.H., M.H.

KaltengTop.com, Puruk Cahu – Pesan mengenai pelestarian lingkungan muncul dari sudut pandang legislatif Kabupaten Murung Raya. Ketua DPRD, H. Rumiadi, pada Rabu (22/04/2026), menyatakan bahwa cerita rakyat Dayak seringkali mengandung larangan keras untuk merusak hutan dan alam.

Ia mencontohkan bagaimana kearifan ekologis tersirat dalam berbagai kisah sejarah di wilayah Tana Malai Tolung Lingu Tira Tangka Balang. Nilai-nilai tersebut mengajarkan masyarakat untuk selalu menghormati alam sebagai sumber kehidupan yang harus dijaga keberlanjutannya.

Rumiadi menyebut bahwa cerita inspiratif tersebut merupakan panduan moral dalam berinteraksi dengan lingkungan. Hubungan manusia dengan alam bukan hanya soal pemanfaatan ekonomi, melainkan soal adab dan penghormatan terhadap Sang Pencipta.

Melalui legenda di Gunung Bondang, masyarakat diingatkan akan pentingnya menjaga perasaan dan etika dalam bertindak. DPRD memandang narasi semacam ini lebih efektif dalam menanamkan kesadaran lingkungan dibandingkan sekadar aturan formal.

DPRD mendorong agar nilai-nilai kearifan lokal ini terus diwariskan di rumah-rumah betang dan pertemuan adat. Hal ini penting agar kelestarian hutan di Kalimantan Tengah tetap terjaga berdasarkan prinsip-prinsip leluhur yang sudah teruji.

Rumiadi menutup pernyatannya dengan harapan agar masyarakat tetap kuat dalam menjaga asal-usulnya. Dengan memahami sejarah alamnya, masyarakat Murung Raya diyakini akan lebih bijaksana dalam melangkah ke arah masa depan.(*)